Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Desember 2012
Minggu, 12 Agustus 2012
Tersenyum Dibawah Derita
Ga tau harus mulai dari mana bahwa hidupku tak bisa ku ungkap rasa bahagianya rasa sakit lebih banyak dan rasa takut lebih menakutkan . aku benci buat hidup di jalani dengan sendiri aku lelah menginjakan kaki karna setiap langkahku selalu salah dan tak tau dosa apa yang aku buat selama ini . aku benci berjalan sendiri semua orang akan takut kalau saat mereka berjalan sendiri semua orang butuh dukungan . tak ada kamus dalam hiduku seperti itu aku dari pertama mengenal dunia rasanya hidup tuh cambukan yang susah buat di lawan sampai saat ini aku masih mencari jati diri di bawah cacian makian orang orang yang mungkin aku butuhkan
senyumku takan pernah habis untuk semua orang walaupun benci yang mereka toreh yang ku takutkan saat ini tak ada yang tau aku seperti apa saat ini perasaan aku seperti apa saat ini lelah ku memikirkan nya sujudku kepada ilahi takan terhenti maafkan aku yang selalu mengeluh di kehidupan ini .. ya alloh aku lelah untuk bernafas aku cape hadapi hari hari yang menjadi cambukan di hidupku kenapa kau tak lahirkan aku seperti orang bahagia lainnya
aku liat seorang yang punya segalanya bisa senang dan aku liat orang serba kekurangan bisa senang, yang aku tidak megerti kenapa kau beri aku derita di setiap langkahku . aku letih untuk tangisi hari aku cape buat menahan sakit . aku mahluk ciptaanmu seperti ciptaanmu yang lainnya , kenapa kau toreh luka di kehidupan ku apa salahku hingga engkau seperti ini
aku ga bisa berkata apa lagi...
pada siapa aku bisa bicara selain padamu aku tak menginginkan seperti orang orang tentang kesenangan yang aku inginlkan cuman satu yaitu kebahagiaan
lihat orangtuaku apa sayang mereka seperti itu dan apa kah itu yang namanya kasih sayang
lihat keluarga ku apakah ini yang namanya saling menolong
seberapa cepat lariku tempuh jawaban takan aku temui
seberapa kuat aku jika panjat tebing tanpa tali takan pernah ku daki
aku hanya ingn ada yang bantu aku bangkit dari luka dan derita ini pada siapa lagi aku memohon kalau tidak kepadamu yaa alloh :(
berikan hidayahm,u berikan aku jalan untuk hidup bahagia aku mohon jika aku tak pantas kau boleh cabut nyawaku aku akan merasa senang kalau aku bisa berbincang langsung denganmu
berikan hidayahm,u berikan aku jalan untuk hidup bahagia aku mohon jika aku tak pantas kau boleh cabut nyawaku aku akan merasa senang kalau aku bisa berbincang langsung denganmu
dan rajinkan aku dalam solat untuk bekal ku kelak
dan inilahaku yang berjuang untuk tersenyum diatas derita
Rabu, 06 Juni 2012
Keajaiban Senyum
Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan. Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.
Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat? Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu. Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang. Duh...
Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang. Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis. Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.
Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah. Tuhan sengaja menganugerahkan senyum sebagai bagian dari keindahan manusia. Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia. Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.
Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita. Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri. Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum? Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?
Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban. Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya. Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban. Bentuknya macam-macam. Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman.
Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir. Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam. Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.
Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.
Senyum tulus ada aturannya? Ya, ada. Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya. Pertama Pak Jamil Azzaini. Kedua, Pak Amir Tengku Ramly. Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227. Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik. Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.
Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir. Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127. Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil.
Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.
Ia kecil, tapi bermakna raksasa.
Ia mudah, tapi sangat berharga.
Karenanya,....
Tersenyum lah saudara
Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.
Dan...
Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.
Tersenyumlah
Maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yg menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita…
Jadi air mata dibalik setiap senyuman..
Jadi kasih sayang dibalik setiap amarah..
Jadi pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
Jadi harapan dibalik setiap kesakitan..
Jadi kekecewaan dibalik setiap derai tawa..
Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur deng an apa yg telah Allah berikan dalam hidup ini.
INGAT, kita bukan satu-satunya manusia dengan segudang masalah…
Tersenyumlah ..
Senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah ..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit ..
Smile :)
S M I L E
Not Because
Everything
Is Fine ..
But ..
Because when
we [smile],
everything is
going to Be Fine ..
So .. Just smile
SMILE means ..
S .. .. .. See
M .. .. .. Miracle
I .. .. .. In
L .. .. .. Life
E .. .. .. Everyday
So have a Great Day full of smile
i'm (not) okay

ketika sedih, tersenyumlah
itu semua akan membuat perasaan menjadi lebih baik
yaa mungkin itu termasuk ke dalam kepura-puraan
mencoba membuat di sekitar kita tidak mengetahui kesedihan kita
satu senyuman sejuta makna
mungkin itu faktanya
fakta yang terjadi padaku :)
yeah, I'm okay.. yes I'm (not) okay :)
Langganan:
Postingan (Atom)




























.jpg)


